posmetrosiantar.com – Setiap orang punya gaya komunikasi yang unik. Ada yang mudah berbicara di depan banyak orang, ada juga yang lebih nyaman berdialog secara pribadi. Perbedaan ini sering kali dipengaruhi oleh kepribadian — apakah seseorang cenderung extrovert atau introvert.
Extrovert vs Introvert: Dua Gaya Komunikasi yang Berbeda
Anak Extrovert
Extrovert biasanya:
-
Energik saat berinteraksi dengan banyak orang
-
Cepat berpikir spontan saat berbicara
-
Senang menjadi pusat perhatian
-
Mudah membangun koneksi sosial
Namun, terkadang extrovert bisa:
-
Terlalu banyak bicara tanpa mendengarkan
-
Kurang fokus pada detail
-
Terlalu impulsif saat bernegosiasi
Anak Introvert
Introvert cenderung:
-
Lebih nyaman berbicara dalam kelompok kecil
-
Berpikir dulu sebelum berbicara
-
Pendengar yang baik dan peka terhadap situasi
-
Komunikasinya lebih terarah dan penuh makna
Tapi tantangan bagi introvert adalah:
-
Rasa canggung di depan banyak orang
-
Takut dinilai atau salah bicara
-
Membutuhkan waktu lebih lama untuk mengekspresikan ide
Public Speaking bagi Anak Extrovert dan Introvert
Anak Extrovert: Public Speaking Sebagai Arena Unggul
Bagi extrovert, berbicara di depan publik bisa menjadi wadah alami untuk menyalurkan energi dan ide.
Mereka biasanya tampil percaya diri dan ekspresif — cocok jadi MC, pembicara, atau pemimpin presentasi.
Namun, agar semakin efektif, extrovert perlu belajar untuk:
-
Lebih terstruktur saat berbicara
-
Tidak terlalu terbawa suasana
-
Menyesuaikan gaya bicara dengan audiens
Intinya, bagi extrovert: public speaking adalah kekuatan alami yang bisa ditingkatkan dengan strategi dan disiplin.
Anak Introvert: Public Speaking Bisa Dipelajari
Introvert mungkin tidak nyaman berada di depan banyak orang, tapi bukan berarti mereka tidak bisa menjadi pembicara hebat.
Banyak pembicara profesional terkenal justru introvert yang terlatih.
Kelebihan introvert dalam public speaking:
-
Ucapannya terencana dan bermakna
-
Mampu membangun koneksi emosional dengan audiens
-
Gaya bicaranya tenang dan meyakinkan
Yang perlu dilatih:
-
Mengatasi rasa gugup
-
Berlatih tampil di depan kelompok kecil dulu
-
Membangun kepercayaan diri lewat persiapan matang
Public speaking bagi introvert bukan tentang tampil menonjol, tapi tentang menyampaikan pesan dengan ketenangan dan kedalaman.
Negosiasi bagi Anak Extrovert dan Introvert
Extrovert: Negosiasi dengan Karisma dan Keberanian
Anak extrovert biasanya aktif dan cepat tanggap dalam bernegosiasi.
Mereka mudah membuka percakapan, mengekspresikan keinginan, dan membangun hubungan baik dengan lawan bicara.
Namun, agar hasilnya optimal, extrovert perlu mengontrol:
-
Kecenderungan untuk terlalu dominan
-
Kurangnya waktu untuk mendengarkan
-
Ketidaksabaran saat proses negosiasi berjalan lambat
Jika bisa menyeimbangkan berbicara dan mendengarkan, extrovert bisa menjadi negosiator karismatik dan persuasif.
Introvert: Negosiator yang Tenang dan Strategis
Introvert memiliki keunggulan alami dalam negosiasi yang berbasis analisis dan empati.
Mereka cenderung berpikir panjang, memperhatikan detail, dan memahami kebutuhan pihak lain sebelum bicara.
Kekuatan introvert dalam negosiasi:
-
Pendengar yang sabar
-
Peka terhadap emosi dan situasi
-
Pandai memilih kata yang tepat
Yang perlu dikembangkan:
-
Keberanian untuk menyampaikan posisi dengan tegas
-
Mengelola rasa takut ditolak
-
Meningkatkan kemampuan spontan saat diskusi
Negosiator introvert mungkin tenang, tapi justru itulah kekuatan mereka — mampu menenangkan suasana dan berpikir jernih.
Kesimpulan: Dua Jalan, Satu Tujuan
Baik extrovert maupun introvert bisa sukses dalam public speaking dan negosiasi, hanya pendekatannya yang berbeda.
| Kepribadian | Kekuatan di Public Speaking | Kekuatan di Negosiasi |
|---|---|---|
| Extrovert | Percaya diri, ekspresif, spontan | Persuasif, komunikatif, cepat membangun relasi |
| Introvert | Terstruktur, tenang, mendalam | Analitis, sabar, empatik |
Yang paling penting bukan soal kamu extrovert atau introvert, tapi bagaimana kamu memahami gaya komunikasimu sendiri dan mengembangkannya dengan sadar.






