Malaysia Runner-Up Grup B Piala Uber 2026 Usai Digilas Jepang, Kapten Thinaah Ngaku Sedih Belum Sumbang Poin

Logo POSMETRO
POSMETRO SIANTAR
Lowongan Wartawan Dibuka
Kontributor • Wartawan • Kabiro
Kontributor
🔥 Dibutuhkan
Klik Daftar
Wartawan
⚡ Segera
Klik Daftar
Kabiro
⭐ Prioritas
Klik Daftar

HORSENS (Denmark) – Perjalanan tim Malaysia di fase Grup B Piala Uber 2026 berakhir dengan perasaan campur aduk bagi sang kapten, M. Thinaah. Meski sukses membawa timnya melenggang ke babak perempat final untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, Thinaah tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

Pebulutangkis ganda putri nomor satu Malaysia itu mengaku punya penyesalan pribadi karena belum berhasil menyumbangkan satu poin pun selama bertanding di Forum Horsens sejauh ini.

“Sebenarnya sebagai kapten tim, saya merasa cukup sedih karena tidak bisa menyumbangkan satu poin pun. Sangat mengecewakan di bagian itu sebagai kapten, apalagi saya yang tertua di grup,” ungkap Thinaah kepada Bernama.

Kemarin, Thinaah yang dipasangkan dengan wajah baru, Ong Xin Yee sebagai pasangan dadakan, harus menyerah kalah 9-21, 9-21 dari pasangan peringkat 6 dunia, Yuki Fukushima-Mayu Matsumoto, dalam partai kedua melawan Jepang.

Jepang yang merupakan juara enam kali, akhirnya keluar sebagai juara Grup B setelah menang telak 4-1 atas Malaysia. Dengan hasil ini, Malaysia harus puas finis di posisi runner-up grup.

Sebelumnya, duet Xin Yee-Thinaah juga sempat kalah dalam drama ketat 22-20, 19-21, 19-21 melawan pasangan Bengisu Ercetin-Nazlican Inci dari Turkiye pada laga pembuka Grup B, Sabtu lalu. Meski begitu, Malaysia tetap memenangkan pertandingan melawan Turkiye dengan skor tipis 3-2.

Di sisi lain, Thinaah mengaku tetap bangga dengan kerja keras seluruh tim yang berhasil meloloskan Malaysia dari fase grup.

See also  PSMS Medan Sukses Amankan Poin Penuh, Tekuk Sriwijaya FC 1-0 di Kandang Lawan!

“Sejujurnya, saya sangat senang dan bangga dengan semua rekan setim saya… mereka benar-benar bermain dengan semangat penuh,” katanya.

Malaysia memastikan tiket perempat final keempat mereka di Piala Uber setelah membantai Afrika Selatan dengan skor telak 5-0 pada hari Minggu. Skuad bulutangkis nasional Malaysia sebelumnya pernah mencapai perempat final pada edisi 2004, 2008, dan 2010.

Final Piala Uber 2026 yang dimulai sejak 24 April ini akan terus berlangsung hingga 3 Mei mendatang.

Keberhasilan Malaysia melaju ke perempat final Piala Uber 2026 merupakan sebuah pencapaian bersejarah setelah penantian panjang selama 16 tahun. Keputusan pelatih untuk menurunkan pasangan “bongkar-pasang” (scratch pair) seperti Thinaah dan Ong Xin Yee adalah bagian dari strategi untuk mengatasi absennya Pearly Tan akibat cedera punggung. Namun, adaptasi di lapangan ternyata tidak semudah yang dibayangkan, terutama saat berhadapan dengan pemain elit Jepang.

Kekalahan dari Jepang ini membuat Malaysia harus berhadapan dengan juara grup lain di babak perempat final melalui sistem undian. Dampak psikologis bagi M. Thinaah sebagai kapten juga menjadi sorotan, mengingat beban moral untuk memimpin tim muda di tengah performa pribadinya yang sedang sulit memberikan poin kemenangan.

Untuk menghadapi babak sistem gugur, tim kepelatihan Malaysia perlu segera melakukan evaluasi taktik dan pemulihan mental bagi para pemain senior. Memberikan kepercayaan lebih kepada pemain muda yang tampil impresif, seperti Low Zi Yu dan Noraqilah Maisarah, bisa menjadi solusi alternatif untuk mencuri poin di sektor ganda. Selain itu, rotasi pemain tunggal putri juga harus dilakukan dengan cermat agar kebugaran fisik pemain tetap terjaga hingga partai penentu.

Leave a Reply