JAKARTA – Selain mobil low cost green car (LCGC), warga kini disajikan beragam model mobil perkotaan. Dari sisi harga, city car umumnya dibanderol lebih mahal daripada LCGC yang tersedia dalam pilihan hatchback maupun MPV.
Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra menyebut pihaknya tidak khawatir. Meski hampir serupa, city car tidak akan tergerus oleh LCGC karena dimensi dan harga yang berbeda tipis.
“Bukan kekhawatiran, masing-masing segmen mobil ini ada pasarnya,” kata Amel di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, city car tetap punya peminat meski harganya di luar skema LCGC. Walau penjualannya memang tidak sebesar mobil murah, pasarnya tetap stabil.
Saat ini, penggemar mobil mungil untuk perkotaan di Indonesia masih tetap ada. Hadirnya produk baru dari berbagai merek justru memberi konsumen pilihan yang lebih beragam.
Di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya, mobil jenis LCGC memang masih mendominasi jalanan. Hal ini dipicu oleh efisiensi bahan bakar dan harga yang lebih terjangkau bagi keluarga muda di daerah.
Meski demikian, Daihatsu Sirion tetap punya tempat di hati anak muda Siantar. Desainnya yang sporty dan fitur keamanan yang lebih lengkap dibanding mobil LCGC menjadi alasan utama mobil ini tetap dicari, meski bukan sebagai volume maker.
Pihak dealer di daerah juga terus menggenjot layanan purna jual untuk memastikan pemilik Sirion tidak kesulitan dalam perawatan. Dengan karakter jalanan di Sumatera Utara yang beragam, ketangguhan mesin Sirion dianggap cukup mumpuni untuk mobilitas harian.


