Artinya, barang-barang Amerika seperti kedelai, gandum, hingga produk teknologi akan membanjiri pasar lokal tanpa hambatan berarti.
Pemerintah berdalih langkah ini diambil demi melindungi nasib 4 hingga 5 juta buruh di industri padat karya agar produk ekspor seperti tekstil, kelapa sawit, dan karet tetap bisa masuk ke Amerika.
Namun, kompensasi yang harus dibayar sangat mahal. Indonesia harus tunduk pada standar Amerika dalam berbagai sektor, termasuk menerima sertifikasi kesehatan dan keamanan dari otoritas AS tanpa verifikasi ketat lagi di dalam negeri.


