Cegah Penyakit Jantung, Menkes Minta Warga Skrining di Puskesmas

POSMETROSIANTAR.COM Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat untuk rutin melakukan skrining penyakit jantung. Skrining ini sudah bisa dilakukan secara gratis di Puskesmas.

Langkah ini penting untuk menekan angka kematian akibat jantung di Indonesia. Saat ini, penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu dan membebani keuangan negara.

“Penyakit jantung ini beban biayanya sangat besar, mencapai Rp17 triliun per tahun. Maka dari itu, pencegahan lewat skrining di Puskesmas sangat penting,” kata Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Menkes menjelaskan, deteksi dini bisa membantu warga mengetahui risiko penyakit sebelum terlambat. Puskesmas saat ini sudah disiapkan untuk melayani pengecekan faktor risiko seperti tekanan darah dan gula darah.

Harapannya, warga tidak perlu lagi menunggu sakit parah baru berobat. Jika terdeteksi lebih awal, penanganan medis akan jauh lebih mudah dan murah.

“Fasilitas di Puskesmas terus kita lengkapi. Kita ingin masyarakat lebih peduli dengan kesehatan jantungnya sendiri,” ujarnya.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan medis. Salah satunya dengan menambah kapasitas gedung dan keterampilan tenaga medis di rumah sakit rujukan.

“Harapannya, gedung yang lebih tinggi tidak hanya meningkatkan kapasitas fisik, tetapi juga meningkatkan ilmu, keterampilan tenaga medis, serta kualitas pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Untuk di wilayah Pematangsiantar, warga bisa mendatangi Puskesmas terdekat di setiap kecamatan untuk mendapatkan layanan cek kesehatan rutin. Beberapa Puskesmas di Siantar kini sudah dilengkapi dengan alat cek tekanan darah dan pemantauan risiko penyakit tidak menular (PTM).

Selain skrining, Dinas Kesehatan juga mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga di lapangan Merdeka atau lokasi lainnya, serta berhenti merokok.

See also  Jaksa Agung Tegaskan Jangan Kriminalisasi Kepala Desa, Kecuali Duitnya "Dimakan" Sendiri!

Hingga kini, program skrining kesehatan ini terus digalakkan agar angka kasus serangan jantung mendadak di tengah masyarakat bisa berkurang signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *