SIANTAR, POSMETRO – Bagi warga Pematangsiantar dan sekitarnya yang menggunakan listrik pintar, ada baiknya cek dulu isi kantong dan hitung-hitungan sebelum membeli stroom. Memasuki periode 20 hingga 26 April 2026, harga token listrik PLN terpantau stabil, namun jumlah kWh yang didapat tentu sangat bergantung pada golongan tarif listrik masing-masing pelanggan.
Penting untuk mengetahui rincian ini agar penggunaan alat elektronik di rumah tetap terkontrol dan tidak mendadak “teet… teet… teet” di tengah malam.
Bagi pelanggan yang membeli token listrik seharga Rp50.000, jumlah kWh yang masuk ke meteran (MPB) akan berbeda-beda. Hal ini dikarenakan adanya variabel pemotong seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarnya diatur oleh pemerintah daerah masing-masing, ditambah biaya administrasi bank atau agen penjual.
Jadi, jangan heran kalau beli Rp50.000 di satu tempat, isinya bisa sedikit berbeda dengan tempat lain karena selisih biaya admin tersebut.
Untuk golongan subsidi R1/450 VA dan R1/900 VA, tarifnya masih tetap mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah. Namun bagi pelanggan nonsubsidi atau golongan tarif adjustment seperti R1/900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu), R1/1.300 VA, hingga R1/2.200 VA ke atas, perhitungan kWh akan mengacu pada tarif per kWh terbaru yang berlaku di bulan April ini.
Membeli token nominal Rp50.000 biasanya hanya akan mencukupi kebutuhan beberapa hari saja bagi rumah tangga dengan penggunaan elektronik tinggi.
Pihak PLN terus menghimbau masyarakat agar melakukan pengisian token melalui aplikasi resmi PLN Mobile atau mitra resmi lainnya untuk menghindari gangguan teknis. Selain itu, pelanggan diharapkan selalu memperhatikan angka di meteran listrik secara berkala.
Dengan mengetahui estimasi jumlah kWh yang didapat dari nominal uang tertentu, masyarakat bisa lebih bijak dalam mengatur durasi pemakaian AC, mesin cuci, hingga pompa air agar tagihan bulanan tidak membengkak.
Sekadar informasi bagi warga Siantar, besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di wilayah kita merupakan salah satu faktor yang menentukan berapa jumlah kWh bersih yang masuk ke meteran Anda. Jadi, dari nominal Rp50.000 yang Anda bayarkan, jumlah itu akan dikurangi PPJ dan biaya administrasi terlebih dahulu sebelum dikonversikan ke angka kWh.
Selain itu, diingatkan kembali bahwa saat ini pengisian token listrik bisa dilakukan kapan saja selama 24 jam melalui berbagai kanal digital. Namun, sangat disarankan untuk tidak mengisi token saat mendekati waktu pemeliharaan sistem yang biasanya dilakukan PLN pada tengah malam di hari-hari tertentu agar proses input kode token tidak mengalami kegagalan atau tertunda.
Bagi warga yang sering merasa pulsa listriknya cepat habis, cobalah untuk mulai beralih ke perangkat elektronik yang lebih hemat energi atau low watt. Mengingat harga energi yang dinamis, perilaku hemat listrik bukan hanya soal membantu lingkungan, tapi juga soal menjaga kestabilan finansial rumah tangga agar tetap aman hingga akhir bulan. (PM/Tr)






