JAKARTA, POSMETROSIANTAR.com – Keputusan mengejutkan sekaligus menarik perhatian diambil oleh juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman. Arsitek skuad Garuda asal Inggris tersebut lebih memilih untuk pasang mata menyaksikan laga sengit antara Persija Jakarta bentrok melawan Semen Padang FC di Jakarta International Stadium (JIS). Langkah ini diambil Herdman demi memantau langsung mutiara muda milik Macan Kemayoran, Muhammad Rayhan Hannan.
Alih-alih terbang ke Bandung untuk melihat langsung duel penentuan juara liga sepak bola kasta tertinggi tanah air musim ini antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara, John Herdman justru menetapkan hatinya untuk merapat ke JIS.
Alasannya sangat berkelas. Pelatih berusia 50 tahun itu dengan tegas mengaku ingin tetap menjaga netralitasnya di tengah persaingan panas perburuan mahkota juara kompetisi domestik.
“Jadi saya harus tetap netral. Saya pergi ke Persija,” cetus John Herdman saat ditemui awak media dengan gaya lugasnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Kendati tidak hadir di Bandung atau markas klub penantang juara lainnya, Herdman melontarkan pujian setinggi langit untuk atmosfer persaingan ketat sepak bola Indonesia musim ini. Baginya, tensi kompetisi yang harus ditentukan sampai tetes darah penghabisan di pekan terakhir adalah sebuah sinyal luar biasa.
“Saya akan netral dan membiarkan mereka bertarung. Tapi ini luar biasa untuk Indonesia, hari terakhir liga di mana semuanya masih menentukan. Itu menunjukkan betapa menariknya liga ini dan betapa pentingnya kompetisi domestik untuk negara kita,” beber juru taktik kelahiran Consett tersebut.
Namun di balik alasan netralitas tersebut, magnet utama yang sukses menarik kedatangan John Herdman ke stadion tidak lain adalah performa ciamik dari gelandang muda Persija, Rayhan Hannan. Pemain muda berbakat tersebut tercatat sudah sukses menyumbangkan tiga gol berharga dari 16 penampilannya sepanjang musim ini.
“Saya akan menonton Persija. Saya ingin melihat Hannan secara langsung. Itu penting. Dia berkembang bagus, tapi ketika pelatih timnas datang langsung dan dia tahu sedang dipantau, apakah dia masih bisa tampil bagus? Selain itu ada beberapa pemain Persija lain yang juga saya perhatikan,” pungkas Herdman menantang mental sang pemain di lapangan hijau.
Langkah pengamatan langsung yang dilakukan John Herdman ini merupakan bagian dari persiapan serius tim kepelatihan Timnas Indonesia menjelang laga krusial dalam agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan bergulir pada awal Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pemanggilan Rayhan Hannan ke dalam daftar 45 pemain sementara pemusatan latihan skuad Garuda membuktikan bahwa tim pelatih mulai melirik talenta lokal hasil kompetisi domestik untuk melakukan regenerasi lini tengah. Kompetisi BRI Super League musim ini terbukti menjadi kawah candradimuka yang melahirkan banyak pemain muda potensial yang memiliki menit bermain reguler di klub-klub besar seperti Persija Jakarta.
Apabila bakat-bakat muda seperti Hannan ini tidak mendapatkan porsi pengamatan langsung dan kesempatan debut di timnas senior, dampaknya mental bertanding para pemain muda lokal di liga domestik bisa mengalami stagnasi. Selain itu, Indonesia akan terus bergantung pada pemain-pemain yang merumput di luar negeri tanpa memiliki fondasi kedalaman skuad dari liga lokal yang kuat untuk menghadapi turnamen internasional jangka panjang.
Sebagai solusi konkret, John Herdman dan jajaran PSSI harus terus konsisten mendatangi laga-laga domestik, termasuk memantau talenta dari klub kecil atau daerah pelosok.
Klub-klub peserta liga juga wajib memberikan jaminan regulasi menit bermain bagi pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) agar bakat mereka terasah sempurna, sehingga saat pelatih timnas datang memantau, para pemain muda ini sudah memiliki kesiapan mental dan fisik yang matang untuk mengenakan lambang garuda di dada. (PM/AsT)













