LAMPUNG – Awan hitam menyelimuti institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Korps Bhayangkara kembali kehilangan putra-putra terbaiknya dalam menjalankan tugas pemberantasan penyakit masyarakat. Tiga orang personel Polri dilaporkan gugur setelah terlibat kontak senjata sengit saat melakukan penggerebekan lokasi judi sabung ayam yang diduga dikelola oleh sindikat kriminal bersenjata di wilayah Lampung.
Peristiwa berdarah yang menggegerkan warga setempat ini terjadi pada Minggu petang. Niat hati ingin memberangus praktik perjudian yang meresahkan warga, ketiga prajurit tersebut justru disambut dengan rentetan tembakan membabi buta dari arah persembunyian para pelaku.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat tim gabungan melakukan pengembangan atas laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas judi sabung ayam di sebuah kawasan perkebunan yang cukup terpencil. Lokasi yang jauh dari pemukiman warga tersebut disinyalir tidak hanya menjadi tempat berjudi, tetapi juga menjadi sarang persembunyian pelaku kejahatan lainnya.
Saat tim merangsek masuk ke titik lokasi, suasana yang semula riuh dengan suara sorakan penonton judi seketika berubah menjadi mencekam. Tanpa peringatan, beberapa orang dari kelompok penjudi melepaskan tembakan ke arah petugas. Diduga kuat, para pelaku telah menyiapkan senjata api rahasia untuk mengawal jalannya praktik haram tersebut.
“Kami sangat kehilangan. Tiga anggota kami gugur sebagai kusuma bangsa saat menjalankan amanah negara. Mereka berdiri di garis depan demi memastikan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar seorang perwira tinggi di Mapolda Lampung dengan nada bergetar.
Ketiga personel yang gugur diketahui berinisial Aiptu S, Brigadir R, dan Briptu D. Ketiganya mengalami luka tembak di bagian vital yang mengakibatkan nyawa mereka tidak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Pasca kejadian penembakan tersebut, situasi di lokasi sempat chaos. Memanfaatkan kondisi medan yang rimbun dan gelap, para pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari lima orang itu melarikan diri ke dalam hutan di sekitar lokasi kejadian.
Kapolda Lampung langsung memerintahkan pengejaran besar-besaran dengan menerjunkan tim Brimob dan satuan anjing pelacak (K-9). “Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan, apalagi yang berani melukai hingga menghilangkan nyawa petugas. Kami akan kejar sampai ke lubang semut sekalipun. Kami minta para pelaku segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur,” tegas pihak Kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi telah terpasang rapat di lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti berupa beberapa unit sepeda motor, kurungan ayam, dan beberapa selongsong peluru telah diamankan petugas untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kabar gugurnya ketiga prajurit ini menyebar cepat di media sosial. Ucapan duka cita mengalir deras, baik dari kalangan pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga warga sipil. Bendera setengah tiang direncanakan akan dikibarkan di sejumlah markas kepolisian sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasa para korban.
Di rumah duka, isak tangis keluarga pecah menyambut kedatangan jenazah. Kepergian yang begitu mendadak ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi istri dan anak-anak korban yang tidak menyangka bahwa keberangkatan sang ayah bertugas hari itu adalah untuk yang terakhir kalinya.
“Pihak Polri akan menjamin seluruh hak-hak bagi keluarga yang ditinggalkan serta memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi ketiga almarhum atas dedikasi dan pengabdian mereka yang luar biasa,” tutup pernyataan resmi dari Mabes Polri.
Kini, fokus utama kepolisian adalah menangkap dalang di balik penembakan ini. Dugaan sementara, lokasi sabung ayam tersebut dibekingi oleh kelompok premanisme yang memang memiliki akses terhadap senjata api rakitan maupun organik.




