POSMETRO, SIANTAR – Angin segar berhembus di tubuh Asosiasi Kota (Askot) PSSI Pematangsiantar. Guna mengisi kekosongan pimpinan dan memastikan roda organisasi tetap berputar, Johan Simanjuntak resmi diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askot PSSI Kota Pematangsiantar. Penunjukan ini menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di Kota Sapangambei Manoktok Hitei. (Selasa, 21/04/26)
Johan Simanjuntak resmi diangkat sebagai Plt Askot PSSI Kota Pematangsiantar berdasarkan surat keputusan Asprov PSSI Sumatera Utara yang ditandatangani oleh Ketua Asprov PSSI Sumut, Arya Mahendra Sinulingga. Penunjukan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan arah organisasi ke depan.
BACA JUGA: Ini 6 Wisata Kuliner Siantar yang Wajib Dikunjungi, Gak Singgah Bakal Menyesal!
Sebagai Plt Ketua, Johan Simanjuntak memikul tanggung jawab besar untuk segera melaksanakan tugas-tugas organisasi, termasuk mempersiapkan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua definitif Askot PSSI Pematangsiantar dalam waktu dekat.
Diharapkan dengan kepemimpinan Plt yang baru, komunikasi antara klub-klub sepak bola di Pematangsiantar dengan federasi dapat berjalan lebih intens. Fokus utama saat ini adalah melakukan pendataan ulang dan verifikasi terhadap klub-klub anggota agar jalannya roda kompetisi maupun pembinaan usia muda tidak terhambat.
Johan Simanjuntak sendiri menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut dan mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Siantar untuk bersatu demi kemajuan prestasi olahraga di kota ini. Kehadiran sosok pemimpin baru meski berstatus pelaksana tugas ini pun disambut baik oleh para pegiat bola di lapangan.
Pengangkatan Johan Simanjuntak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) terjadi di tengah stagnansi kepengurusan Askot PSSI Pematangsiantar sebelumnya. Kekosongan jabatan ketua definitif selama beberapa waktu telah membuat sejumlah agenda kompetisi lokal dan pembinaan atlet menjadi tidak menentu.
Penunjukan ini merupakan perintah langsung dari Asprov PSSI Sumatera Utara untuk melakukan “bersih-bersih” dan penataan ulang administrasi organisasi. Sebagai Plt, Johan memiliki mandat penuh untuk memverifikasi keabsahan klub-klub anggota dan menyusun panitia pemilihan ketua baru. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya memiliki legitimasi yang kuat dari seluruh anggota PSSI Siantar.
Dampak positif dari langkah ini adalah kembalinya harapan bagi klub-klub lokal untuk mendapatkan kompetisi yang teratur. Namun, dampak tantangannya adalah potensi gesekan internal jika proses verifikasi klub tidak dilakukan secara transparan. Secara luas, hal ini akan mempengaruhi persiapan tim sepak bola Siantar dalam menghadapi ajang-ajang resmi tingkat provinsi maupun nasional.
Solusi terbaik adalah Johan Simanjuntak harus mengedepankan prinsip keterbukaan dalam setiap langkah menuju Kongres Luar Biasa. Rangkul seluruh tokoh sepak bola senior dan pemilik klub untuk duduk bersama. Dengan transparansi, dualisme atau ketidakpuasan antar klub bisa diredam, sehingga sepak bola Pematangsiantar bisa kembali disegani seperti masa kejayaan Persesi dahulu. (PM/Setiawan)











