SIGUMPAR, POSMETRO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba sukses menggelar perayaan Paskah Oikumene Kabupaten Toba Tahun 2026 yang dipusatkan di Sopo Partungkoan HKBP DR. IL Nomensen Sigumpar, Jumat (8/5/2026). Di perayaan paskah oikumene tahun 2026 ini, tema yang diusung sangat mendalam yakni “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17).
Disebutkan, perayaan kali ini menjadi momentum penting dalam mempererat iman, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di seluruh lapisan masyarakat yang tentunya dalam berbagai perbedaan dan keberagaman yang dimiliki.
Rangkaian kegiatan religius ini diawali dengan prosesi ritual Jalan Salib yang dimulai dari Kantor Camat Sigumpar menuju lokasi ibadah di komplek gereja HKBP DR IL Nomensen Sigumpar.
Dalam prosesi ritual jalan Salib tersebut, suasana tampak haru saat diperankan oleh Naposo bulung (Muda/Mudi) dan anak Sekolah Minggu HKBP DR. IL Nomensen Sigumpar. Dalam seni drama/fragmennya, mereka dengan penuh penghayatan memerankan kisah sengsara Yesus Kristus dalam memikul Salib hingga akhirnya disalibkan di bukit Golgota.
Turut hadir langsung di lokasi, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Perayaan Paskah Oikumene Kabupaten Toba Tahun 2026. Selain itu, hadir pula unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para camat se-Kabupaten Toba.
Seluruh undangan dan masyarakat yang hadir sesampainya di halaman Sopo Partungkoan HKBP DR IL Nomensen, para jemaat dan undangan menyaksikan fragmen penyaliban manusia Yesus Kristus sebagai bentuk refleksi atas pengorbanan Kristus di kayu salib dalam pengampunan dan pembebasan umat dari belenggu maut dan dosa.
Bupati Toba dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pemuda-pemudi gereja HKBP DR IL Nomensen yang terlibat totalitas dalam pertunjukan jalan Salib yang diperankan pada perayaan Oikumene 2026 tingkat Kabupaten Toba ini.
“Saya bangga melihat anak-anak muda bisa mengekspresikan diri melalui fragmen seperti ini. Saya berharap semakin banyak generasi muda di Toba yang aktif mengabdi dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan,” ujar Bupati dengan nada bangga.
Setelah prosesi teatrikal selesai, seluruh peserta kemudian mengikuti ibadah Paskah Oikumene bersama yang berlangsung sangat lancar dan penuh penghayatan melalui liturgi, alunan lagu, serta puji-pujian yang syahdu.
Bupati Toba yang didampingi Wakil Bupati menegaskan bahwa makna Paskah bukanlah sekadar peringatan rutin tahunan. Namun, ini merupakan momentum pembaruan iman dan kehidupan bagi setiap umat Kristiani.
“Paskah mengingatkan kita bahwa kebangkitan Kristus merupakan transformasi total bagi kehidupan manusia untuk meninggalkan hidup lama. Melalui Paskah Oikumene 2026 ini, mari mengaktualisasikan kasih dan mencontoh Kristus melalui kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, dan kehidupan bermasyarakat,” ungkap mereka di hadapan jemaat.
Usai ibadah sakral, kegiatan pun dilanjutkan dengan hiburan rohani dari anggota Pesparawi Nasional dan Naposo. Tak hanya itu, suasana makin meriah dengan pembagian lucky draw yang menyediakan berbagai hadiah menarik, mulai dari kulkas, televisi, sepeda, mesin cuci, hingga hadiah menarik lainnya.
Melalui Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap semangat kebangkitan Kristus dapat semakin mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus aktif dalam pelayanan, menjaga kerukunan, serta berkontribusi positif dalam pembangunan daerah.
Perayaan Paskah Oikumene di Kabupaten Toba setiap tahunnya melibatkan berbagai denominasi gereja di bawah naungan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG). Ritual Jalan Salib atau Via Dolorosa menjadi agenda tetap yang bertujuan memvisualisasikan penderitaan Kristus kepada generasi milenial dan jemaat.
Ritual Jalan Salib bukan sekadar tontonan seni peran, melainkan bentuk edukasi teologis. Melalui fragmen ini, pesan pengorbanan dan kasih tanpa pamrih disampaikan secara visual agar lebih mudah meresap ke dalam sanubari masyarakat, khususnya kaum muda (Naposo Bulung) agar mereka memahami akar iman mereka di tengah arus modernisasi.
Kegiatan semacam ini terbukti berdampak positif pada peningkatan indeks kerukunan beragama di Kabupaten Toba. Selain itu, adanya pelibatan pemuda dalam kepanitiaan dan peran drama memberikan dampak pada penguatan karakter positif, menjauhkan mereka dari kenakalan remaja, dan memupuk rasa memiliki terhadap daerahnya sendiri.
Untuk mempertahankan antusiasme ini, Pemerintah Daerah bersama tokoh agama disarankan untuk terus memberikan ruang kreativitas bagi pemuda gereja tidak hanya saat momen Paskah, tetapi juga dalam program pembangunan daerah lainnya. Pemberian apresiasi berupa beasiswa atau pelatihan kepemimpinan bagi pemuda yang aktif di kegiatan keagamaan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mencetak kader pemimpin Toba yang berintegritas di masa depan. (PM/AsT)












