Langkah LPTQ Bina Dewan Hakim dan Panitera MTQ 2026 Dapat Jempol dari HMI Labuhanbatu Raya!

Religi4 Views
Logo POSMETRO
POSMETRO SIANTAR
Lowongan Wartawan Dibuka
Kontributor • Wartawan • Kabiro
Kontributor
🔥 Dibutuhkan
Klik Daftar
Wartawan
⚡ Segera
Klik Daftar
Kabiro
⭐ Prioritas
Klik Daftar

POSMETRO, LABUHANBATU– Langkah cepat dan taktis yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam menggelar pembinaan bagi para dewan hakim serta panitera menjelang pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2026 langsung mendapat sambutan hangat. Apresiasi tinggi bin jempolan ini datang langsung dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya.

Lewat Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Pembinaan Anggota (PPD) HMI Cabang Labuhanbatu Raya, organisasi hijau-hitam ini secara blak-blakan mengaku sangat mendukung penuh gebrakan tersebut. Menurut mereka, langkah penyegaran dan pembinaan ini sangat penting dilakukan demi melahirkan pelaksanaan kompetisi keagamaan yang bersih, jujur, dan berintegritas tinggi di tanah Labuhanbatu.

Pihak HMI menilai, dewan hakim dan panitera adalah ujung tombak dari sukses atau tidaknya sebuah gelaran MTQ. Kalau dari awal pemahamannya sudah disamakan dan kompetensinya digenjot lewat pembinaan yang matang, maka penilaian di atas panggung MTQ 2026 nanti dipastikan bakal objektif dan bebas dari isu-isu miring yang bisa merugikan para kafilah.

“Kita dari jajaran pengurus Bidang PPD HMI Cabang Labuhanbatu Raya tentu melihat ini sebagai sinyal positif. LPTQ sudah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki kualitas kompetisi dari hulu ke hilir. Pembinaan dewan hakim dan panitera ini adalah kunci penting buat menjaga kesucian dan keadilan dalam penilaian ayat-ayat suci Al-Qur’an nantinya,” tegas sang Ketua Bidang PPD dengan nada optimis.

HMI Labuhanbatu Raya juga berharap agar pembinaan semacam ini tidak sekadar jadi agenda seremonial atau kumpul-kumpul belaka. Mereka mendesak agar seluruh materi pembinaan benar-benar diserap dengan matang oleh para peserta, sehingga saat bertugas nanti, integritas mereka tetap kokoh dan tidak goyah oleh intervensi dari pihak mana pun demi melahirkan qari dan qariah terbaik yang siap bertarung ke tingkat yang lebih tinggi.

See also  MTQN ke-58 Siantar Resmi Dibuka, Ikhtiar Cetak Generasi Cerdas dan Selaras Al-Quran

Menjelang pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten tahun 2026, LPTQ mengambil langkah strategis dengan mengumpulkan dewan hakim dan panitera guna menyelaraskan persepsi terkait standardisasi penilaian. Berdasarkan penjelasan teknis keagamaan, sistem penilaian dalam MTQ melibatkan banyak cabang pelombaan yang rumit—mulai dari tajwid, fashahah, lagu (nagham), hingga hafalan. Standardisasi ini mutlak diperlukan karena subjektivitas dalam penilaian sering kali memicu perdebatan jika para juri tidak memiliki komitmen dan acuan kitab penilaian yang seragam.

Jika juri dan panitera tidak dibekali pembinaan yang matang, dampaknya bakal fatal kali, lek! Pertama, bakal muncul kecurigaan dan protes keras dari kafilah atau perwakilan kecamatan yang merasa dicurangi, sehingga bisa mencoreng nama baik syiar Islam itu sendiri. Kedua, mental para peserta (qari/qariah muda) bisa jatuh dan malas ikut bertanding lagi ke depan karena merasa hasil kerja keras mereka dinilai secara asal-asalan.

Ketiga, daerah akan merugi karena pemenang yang diutus ke tingkat Provinsi Sumatera Utara nantinya bukanlah kader yang benar-benar terbaik, melainkan hasil penilaian yang keliru.

Menyikapi tantangan ini, solusi konkret yang wajib dijaga adalah komitmen transparansi pasca-pembinaan. LPTQ harus menerapkan sistem penilaian digital (e-MTQ) agar nilai bisa langsung diakses secara terbuka oleh publik demi menghindari main mata di belakang meja.

Selain itu, keterlibatan aktif dari elemen pemuda dan mahasiswa seperti HMI sebagai tim pemantau independen di lapangan sangat dibutuhkan untuk menjaga marwah pelaksanaan MTQ tetap bersih, jujur, dan melahirkan generasi Qur’ani yang berintegritas tinggi di Labuhanbatu Raya. (PM/AsT)

Leave a Reply