311 Kios Di Pasar Dwikora Rata Dilahap Si Jago Merah, Pedagang Histeris

Logo POSMETRO
POSMETRO SIANTAR
Lowongan Wartawan Dibuka
Kontributor • Wartawan • Kabiro
Kontributor
🔥 Dibutuhkan
Klik Daftar
Wartawan
⚡ Segera
Klik Daftar
Kabiro
⭐ Prioritas
Klik Daftar

PEMATANGSIANTAR – Peristiwa kebakaran hebat kembali mengguncang Kota Pematangsiantar. Kali ini, amukan si jago merah meluluhlantakkan kawasan Pasar Dwikora yang terletak di Jalan Parluasan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara. Sebanyak 311 kios milik pedagang dilaporkan ludes terbakar dan rata dengan tanah dalam insiden tragis yang terjadi pada Kamis (18/6/2026) dini hari tersebut.

Kobaran api yang membubung tinggi sempat membuat warga sekitar dan para pedagang panik histeris berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka seadanya.

Kebakaran hebat melanda kompleks Pasar Dwikora Pematangsiantar pada tanggal 18 Juni 2026 dini hari. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lokasi kejadian, sebanyak 311 unit kios yang sebagian besar terbuat dari material kayu dan papan ludes tak bersisa.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemko Pematangsiantar dibantu armada milik PT STTC langsung dikerahkan secara penuh ke lokasi untuk menjinakkan api yang dengan cepat merembet akibat tiupan angin kencang serta banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam pasar.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari salah satu kios di blok bagian tengah pasar sekitar pukul 02.30 WIB. Diduga kuat, kebakaran ini dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik dari salah satu bangunan kios yang ditinggal pemiliknya.

Karena kondisi pasar yang padat dan lorong-lorong yang sempit, armada pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan untuk menembus titik sentral api. Petugas kepolisian dari Polres Pematangsiantar pun langsung memasang garis polisi (police line) dan melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti bencana ini.

See also  Penataan Kabel Optik di Lubukpakam Terus Digenjot, 3 Kilometer Sudah Bersih dan Rapi

Dampak dari musibah kebakaran ini sangat memukul roda perekonomian di Kota Pematangsiantar, khususnya bagi para pedagang kecil. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat ratusan kios beserta isinya—mulai dari sembako, pakaian, hingga barang pecah belah—tidak sempat diselamatkan.

Selain kehilangan tempat mata pencaharian, ratusan pedagang kini terancam menganggur dan mengalami trauma psikologis yang mendalam akibat kehilangan modal usaha dalam sekejap mata. Suplai bahan pokok di kawasan Siantar Utara juga diprediksi akan terganggu dalam beberapa pekan ke depan.

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemerintah Kota Pematangsiantar berkoordinasi dengan PD Pasar Horas Jaya segera mendirikan posko darurat dan posko bantuan logistik bagi para korban kebakaran. Solusi jangka pendek yang ditawarkan adalah merelokasi sementara 311 pedagang yang terdampak ke area penampungan sementara agar mereka tetap bisa berjualan mencari nafkah.

Selain itu, Pemko Siantar bersama pihak perbankan diharapkan dapat memberikan skema bantuan modal usaha tanpa bunga atau restrukturisasi pinjaman bagi pedagang yang memiliki kredit. Untuk jangka panjang, revitalisasi total Pasar Dwikora wajib dilakukan dengan sistem kelistrikan yang standar dan jalur evakuasi pemadam kebakaran yang memadai agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Pasar Dwikora atau yang lebih akrab dikenal warga lokal sebagai ‘Pajak Parluasan’ merupakan salah satu urat nadi perekonomian terbesar di Kota Pematangsiantar setelah Pasar Horas. Pasar tradisional ini setiap harinya menjadi tempat perputaran uang miliaran rupiah yang menghubungkan para petani dari Kabupaten Simalungun dengan para pedagang pengecer.

Tragedi kebakaran ini bukan pertama kalinya terjadi, sehingga memicu sorotan tajam dari berbagai pihak terkait kelayakan sistem proteksi kebakaran di pasar-pasar tradisional naungan Pemko.

Wali Kota Pematangsiantar yang langsung turun meninjau lokasi kebakaran pada pagi harinya menyampaikan rasa duka mendalam kepada seluruh korban. Pemko Siantar berjanji akan menggerakkan seluruh instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi puing-puing sisa kebakaran dan memastikan penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan tenda darurat berjalan tepat saran tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

Leave a Reply