Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Taput Kejar Target Normalisasi Sungai!

Peristiwa3 Views

TARUTUNG, POSMETRO – Respon cepat ditunjukkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara dalam menyikapi keluhan warga terkait meluapnya aliran Aek Haidupan di kawasan Siwaluompu, Tarutung. Tim gabungan langsung terjun ke lokasi guna meninjau kondisi terkini dan memastikan langkah-langkah penanganan darurat segera dilakukan.

Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, terutama saat intensitas hujan meningkat tajam belakangan ini.

Pihak Pemkab Taput menegaskan bahwa upaya percepatan penanganan melalui normalisasi sungai menjadi prioritas utama saat ini. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran sungai agar mampu menampung debit air yang tinggi dan mencegah terjadinya luapan yang merendam pemukiman warga maupun lahan pertanian.

Koordinasi antar instansi terkait terus diperkuat guna memastikan alat berat dan personel dapat bekerja maksimal di titik-titik rawan penyumbatan.

Dalam tinjauan tersebut, perwakilan Pemkab juga mendengarkan langsung aspirasi warga yang terdampak. Pemerintah menyadari bahwa penanganan Aek Haidupan tidak bisa ditunda-tunda lagi mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

Selain pembersihan sedimen dan sampah, penguatan tanggul di beberapa titik kritis juga menjadi agenda penting dalam proyek normalisasi ini agar luapan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Masyarakat pun mengapresiasi kehadiran pemerintah di lapangan. Pemkab Taput berharap dengan adanya percepatan normalisasi ini, kekhawatiran warga akan ancaman banjir dapat segera teratasi.

Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan turut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran air demi kelancaran proses penanganan yang sedang berjalan.

Kawasan Siwaluompu memang dikenal sebagai salah satu titik yang rawan terdampak jika debit air Aek Haidupan meluap. Penjelasan teknis di lapangan menunjukkan adanya pendangkalan (sedimentasi) yang cukup parah serta penyempitan aliran sungai di beberapa bagian.

Normalisasi yang dimaksud mencakup pengerukan dasar sungai untuk memperdalam palung sungai dan pembersihan material yang menghambat laju air, sehingga kapasitas tampung sungai kembali optimal.

Leave a Reply