Sumatera Gelap Gulita, Ketum Ormas Berang: PLN Harus Diaudit Total, Jangan Cuma Bisa Naikin Tarif!

Logo POSMETRO
POSMETRO SIANTAR
Lowongan Wartawan Dibuka
Kontributor • Wartawan • Kabiro
Kontributor
🔥 Dibutuhkan
Klik Daftar
Wartawan
⚡ Segera
Klik Daftar
Kabiro
⭐ Prioritas
Klik Daftar

SIANTAR, POSMETRO – Jeritan dan caci maki warga menggema di seantero Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam hingga Sabtu (23/5/2026). Gara-gara penyakit klasik PT PLN (Persero) kambuh lagi, wilayah Sumatera mengalami lumpuh total alias blackout massal. Tak pelak, insiden memprihatinkan ini langsung memantik emosi berbagai elemen masyarakat.

Kritik pedas pun datang dari Ketua Umum organisasi kemasyarakatan nasional yang langsung angkat bicara dan mendesak pemerintah mengevaluasi total borok manajemen PLN agar kerugian massal ini tidak terus-terusan mengorbankan rakyat kecil.

BACA JUA >>> Jalur Logistik Sumut-Aceh Normal Lagi, Jembatan Permanen Masih Berproses

Aksi pemadaman massal yang bikin warga meradang ini terjadi serentak di sejumlah provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau. Jutaan pelanggan dipaksa gigit jari karena listrik padam mendadak tepat di jam-jam sibuk malam hari. Alhasil, pemukiman warga seketika berubah jadi kota hantu yang gelap gulita.

Bukan cuma lampu rumah yang mati, fasilitas publik, jaringan sinyal handphone yang ikutan koit, sampai urusan dapur pelaku UMKM dan industri rumahan hancur lebur malam itu. Melihat kondisi yang amburadul ini, Ketua Umum ormas nasional tersebut menegaskan bahwa tragedi “Sumatera Blackout” ini adalah bukti nyata rapuhnya ketahanan energi di wilayah barat Indonesia.

Beliau meminta pertanggungjawaban konkret dan menuntut PLN segera merombak total sistem infrastrukturnya yang dinilai sudah usang.

Selidik punya selidik, pihak PLN berkilah bahwa petaka kegelapan ini dipicu oleh ambruknya sistem transmisi interkoneksi Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT).

See also  Naposo Sigumpar Perankan Jalan Salib, Bupati Toba Ajak Warga Maknai Kebangkitan Kristus di Paskah Oikumene 2026

Gangguan teknis yang terjadi sekitar pukul 18.44 WIB itu katanya bersumber dari gardu induk pembangkitan dan transmisi utama di wilayah Jambi-Sumatera Selatan.

Karena jalur interkoneksi utama itu terputus, pasokan daya langsung anjlok drastis (undersupply). Efeknya mengerikan, dalam hitungan detik, aliran listrik dari wilayah tengah sampai ke ujung utara Pulau Sumatera langsung tumbang berjamaah.

Dampak dari kecerobohan sistem ini jelas menciptakan efek domino yang bikin masyarakat sengsara. Sektor ekonomi, khususnya pedagang kecil dan perhotelan, merugi bandar karena operasional mereka mati total. Sinyal HP pun mendadak hilang gara-gara menara BTS kehabisan daya cadangan, membuat warga kelimpungan karena terisolasi dari komunikasi.

Pelayanan di rumah sakit, SPBU, hingga mesin ATM sempat tersendat dan bikin antrean mengular. Parahnya lagi, kota-kota besar di Sumatera yang mendadak gelap gulita ini langsung memicu ketakutan warga akan meningkatnya aksi kriminalitas jalanan dan kecelakaan lalu lintas.

Untungnya, manajemen PLN bergerak cepat menerjunkan tim teknisnya untuk melakukan recovery darurat dengan cara mengisolasi titik kerusakan dan memancing kembali gardu induk utama agar menyala. Hingga Sabtu siang, PLN mengklaim sudah ada sekitar 8,3 juta pelanggan yang listriknya mulai menyala kembali secara bertahap.

Namun bagi Ketua Umum ormas tersebut, urusan tidak bisa selesai begitu saja hanya dengan lampu kembali menyala. Beliau menegaskan bahwa pemerintah wajib menurunkan tim independen untuk melakukan audit investigatif terhadap seluruh sistem transmisi interkoneksi Sumatera, agar ketahuan apakah ada unsur kelalaian atau pemeliharaan yang korup.

PLN juga didesak jangan pelit modal dan harus segera menggunakan teknologi smart grid serta buru-buru membangun pembangkit cadangan (peaker plants) di setiap regional. Dengan begitu, kalau jaringan utama putus lagi, wilayah lokal punya pasokan mandiri dan rakyat tidak perlu jadi korban kegelapan massal lagi. (PM/Setiawan)

Leave a Reply