Panglima Geng Motor NKB Nyambi Jadi Kurir Ekstasi dan Vape Narkoba, Keok Dihajar Teknik Bela Diri Polisi!

Logo POSMETRO
POSMETRO SIANTAR
Lowongan Wartawan Dibuka
Kontributor • Wartawan • Kabiro
Kontributor
🔥 Dibutuhkan
Klik Daftar
Wartawan
⚡ Segera
Klik Daftar
Kabiro
⭐ Prioritas
Klik Daftar

MEDAN, POSMETROSatresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial HZ (26), yang merupakan panglima geng motor NKB, karena diduga terlibat dalam peredaran vape mengandung narkoba atau “pod getar”. Penangkapan dilakukan di parkiran salah satu hotel di Jalan Mojopahit, Kecamatan Medan Petisah, saat pelaku hendak melakukan transaksi satu pod getar bermerek Thugs.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Rafli Yusuf Nugraha, didampingi Kanit 1 Satresnarkoba AKP Ruspian, menyampaikan bahwa pelaku merupakan residivis yang baru bebas dari penjara pada Januari 2026 setelah kasus penadahan sepeda motor curian.

“Pelaku perannya sebagai pengantar. Pelaku juga merupakan residivis, dan langsung masuk dalam jaringan narkoba. Saat kami tangkap, pelaku mencoba melawan, namun tim kami berhasil melumpuhkan yang bersangkutan dengan teknik bela diri Polri,” ujar Rafli kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Selain terlibat dalam peredaran vape narkoba, HZ juga diduga terlibat dalam jaringan pengedar pil ekstasi. Ia berperan sebagai kurir yang mengantarkan barang sesuai pesanan ke berbagai lokasi.

Polisi saat ini masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu pemasok dan pengendali jaringan narkoba. “Kami pastikan pemasok maupun pengendali akan kami kejar, dan tidak ada ruang untuk mereka,” tegasnya.

Dari data yang dihimpun, HZ merupakan warga Dusun IV, Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, dan disebut sebagai panglima geng motor NKB. Ia juga tercatat pernah terlibat dalam pertikaian antar geng motor di kawasan Deli Tua pada April 2025, termasuk dua kali diduga melakukan pembacokan saat tawuran.

See also  PSSI SIANTAR BERGANTI! Johan Simanjuntak Resmi Jabat Plt Ketua Askot, Siap Benahi Sepak Bola Kota!

Selain itu, pelaku disebut memiliki pengaruh dalam kelompoknya dan mampu menggerakkan ratusan orang untuk melakukan aksi kekerasan maupun perusakan, sesuai imbalan yang diterima.

Peredaran narkoba jenis baru berbentuk liquid vape atau yang akrab disebut “pod getar” kini kian marak mengintai generasi muda di Kota Medan dan sekitarnya. Modus menyamarkan narkotika cair ke dalam rokok elektrik ini sengaja dipakai jaringan terlarang demi mengecoh endusan aparat penegak hukum dan memperluas pangsa pasar ke kalangan remaja perkotaan.

Keterlibatan tokoh sentral penjahat jalanan seperti HZ memperlihatkan adanya metamorfosis pergerakan geng motor di Sumatera Utara. Jika dahulu kelompok ini hanya identik dengan aksi tawuran, pembacokan, dan penadahan motor curian (curanmor), kini para petinggi semberono tersebut mulai dimanfaatkan oleh bandar kakap sebagai mesin pemukul sekaligus kurir distribusi narkoba.

Pengaruh HZ yang mampu mengerahkan ratusan anggota menjadikannya kaki tangan yang sangat strategis bagi mafia pencabut nyawa ini untuk mengedarkan pod getar dan pil ekstasi secara cepat.

Apabila fenomena pergeseran ini dibiarkan merajalela tanpa tindakan tegas, kehancuran generasi muda Sumatera Utara tinggal menunggu waktu. Kombes Polisi tidak hanya dihadapkan pada ancaman kekerasan fisik di jalanan (klitih/begal), melainkan juga hantaman narkoba jenis baru yang merusak saraf otak.

Selain itu, pundi-pundi uang dari hasil bisnis haram vape narkoba ini berpotensi besar digunakan untuk mendanai persenjataan, miras, dan operasional aksi kriminal geng motor agar semakin beringas di jalanan.

Guna memutus mata rantai peredaran ini hingga ke akar-akarnya, Satresnarkoba Polrestabes Medan bersama jajaran Polda Sumut wajib memburu sang bandar besar alias pemasok utama di balik peredaran merek “Thugs” tersebut tanpa pandang bulu.

See also  DEMI ISAP SABU! Dua Pemuda Nekat Gasak Ratusan Kursi Sekolah, Berujung Nginap di Sel Polsek Martoba!

Di sisi lain, razia intensif harus menyasar toko-toko vape (vapestore) dan tempat hiburan malam. Masyarakat pun diminta ekstra waspada mengawasi anak-anak mereka agar tidak sembarangan membeli perangkat pod cair yang tidak memiliki izin edar resmi dari BPOM dan Bea Cukai. (PM/Setiawan)

Dukung Jurnalisme POSMETRO SIANTAR

Dalam segala situasi, POS METRO berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang

Leave a Reply